Telaah Epistemologis dan Validitas Penafsiran dalam Tafsir Al-Munir Karya Syekh Djalaluddin Thaib
DOI:
https://doi.org/10.55849/attasyrih.v11i1.323Keywords:
Epistemologi, Djalaluddin Thaib, Tafsir al-MunirAbstract
Penafsiran terhadap Al-Qur’an merupakan aktivitas keilmuan yang sangat erat kaitannya dengan landasan epistemologis yang digunakan oleh mufasir. Tafsir al-Munir karya Syekh Djalaluddin Thaib adalah salah satu karya tafsir dari ulama Nusantara yang layak mendapat perhatian khusus. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji kerangka epistemologi yang mendasari penafsiran Syekh Djalaluddin Thaib dalam karyanya Tafsir al-Munir baik dari sisi metodologi maupun validitas keilmuannya.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dan menggunakan kajian kepustakaan (library research) serta mengacu pada kerangka epistemologi tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir ini dikemas secara ijmali dengan corak tafsir lughawi dan menggunakan sumber bi al-ma’tsur dan bi al-ra’yi namun lebih dominan pada pendekatan bi al-ra’yi. Mengenai validitas penafsirannya, penulis menelusuri sumber otentik penafsiran, dan juga menguji validitas tafsirnya dengan objek kritik al-Dakhil yang dipopulerkan oleh Abdul Wahab Fayed. Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan penafsiran yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tafsir, seperti penggunaan israiliyyat, hadis maudhu’, maupun unsur-unsur tafsir lain yang lemah. Dengan demikian, Tafsir al-Munir dapat dinyatakan memiliki tingkat validitas keilmuan yang dapat dipertanggungjawabkan. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan studi tafsir di Indonesia serta membuka ruang dialog yang konstruktif antara tradisi tafsir lokal dan diskursus epistemologi Islam dalam konteks global.
References
Abd Hayy, Al Kattani. 2013. Terjemahan Tafsir Al-Munir. Jakarta: Gema Insani.
Abdul Mustaqim. 2010. Epistemologi Tafsir Kontemporer. Yogyakarta: LKis.
Ahsan Askan. 2007. Terjemahan Tafsir At-Thabari Jilid. Jakarta: Pustaka Azzam.
Aldomi Putra. 309AD. “Lokalitas Tafsir Al-Qur’an Minangkabau (Studi Tafsir Minangkabau Abad Ke-20.” Al-Quds, Jurnal Studi Qur’an Dan Hadis Vol.5:2021.
———. 2021. Tafsir Al-Qur’an Minangkabau; Epistemologi Lokalitas Dan Dialektika. Ciputat: IMTI.
Aziz Thaib. 1938. Pedoman Oemoem Taman Raya. Balingka: Taman Raja.
———. h. 69. Pedoman Oemoem Taman Raja. Balingka, Agam: Taman Raja.
Deliar Noer. 1980. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.
Djalaluddin Thaib. 1938. Tafsir AL-Munir Juz 1. Bukittinggi: Baroe Fort de Kock.
———. n.d. Tafsîr Al-Munîr. Bukittinggi: P.G.S.A. Fort de Kock.
Fauzan Ismael, dkk. 2022. “Konstribusi Pemikiran Djalaluddin Thaib Terhadap Pendidikan Agama Islam Di Minangkabau.” Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol.1:h. 107.
Islah Gusmian. 2015. “Paradigma Penelitian Tafsir Al-Qur’an Di Indonesia.” Jurnal Empirisma Vol. 24 No.1.
Lufaefi. 2018. “Paradigma Penelitian Tafsir Al-Qur’an Di Indonesia.” Jurnal Ilmu Ushuluddin Vol.17 No.2.
Muhammad Ulin Nuha. 2019. Metode Kritik Ad-Dakhil Fit Tafsir. Jakarta: Qaf.
Mujab Sayful. 2014. “Kiblat Dalam Perspektif Mazhab-Mazhab Fiqih.” Yudisia, Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam Vol.5:h.330.
Naili Sayyidatun Ni’mah. 2025. “Ragam Dan Metode Corak Tafsir.” MUSHAF JOURNAL?: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Hadis Vol. 5 No.1:74.
Nashruddin Baidan. 2003. Perkembangan Tafsir Al-Qur’an Di Indonesia. Solo: Tiga Serangkai.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Latania Fizikri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





















