Pendekatan Pendidikan dalam Kajian Islam (Dari Dikotomi menuju Dekonolisasi: Rekonstruksi Pendidikan Islam Era Kontemporer Berbasis Epistemologi Tauhid)

Authors

  • Lailatul Qadariyah STAI Nurud Dhalam

DOI:

https://doi.org/10.55849/attasyrih.v12i1.490

Keywords:

dikotomi ilmu, dekolonisasi epistemologi, epistemologi tauhid, pendidikan Islam, integrasi ilmu

Abstract

ABSTRACT

Islamic education faces the problem of the dichotomy of knowledge that separates religious sciences and general sciences as a result of internal historical dynamics within Islamic civilization as well as the influence of Western colonialism and secularism. This separation has produced a dualistic educational system, weakened the integration of spiritual values and scientific rationality, and contributed to the lag of Islamic education in responding to the development of modern science and technology. This article aims to analyze the formation of the dichotomy of knowledge in Islamic education, to explain the urgency of epistemological decolonization as an effort to free education from the dominance of Western paradigms, and to propose tawhidic epistemology as the foundation for reconstructing an integrative and holistic model of Islamic education. This study employs a qualitative approach with a library research design. Data were collected through the examination of relevant primary and secondary sources, including classical and contemporary works on Islamic epistemology, history of education, and decolonization theory. Data analysis was conducted using a descriptive-analytical method involving data reduction, thematic categorization, interpretation, and conclusion drawing to ensure coherence and traceability of arguments. The findings indicate that the dichotomy of knowledge developed gradually due to shifts in intellectual orientation during the late classical Islamic period and was further reinforced by the dualistic colonial education system. Epistemological decolonization is therefore essential to restore the authority and relevance of Islamic knowledge. Tawhidic epistemology serves as a foundational framework for reconstructing Islamic education by affirming the unity of revelation and reason, enabling the development of an educational system that is intellectually, morally, and spiritually balanced in addressing contemporary global challenges.

Keywords: dichotomy of knowledge, epistemological decolonization, tawhidic epistemology, Islamic education, knowledge integration

 

ABSTRAK

Pendidikan Islam menghadapi problem dikotomi ilmu yang memisahkan ilmu agama dan ilmu umum sebagai akibat dari dinamika internal sejarah Islam serta pengaruh kolonialisme dan sekularisme Barat. Pemisahan ini melahirkan dualisme sistem pendidikan, melemahkan integrasi nilai spiritual dan rasionalitas ilmiah, serta berdampak pada ketertinggalan pendidikan Islam dalam merespons perkembangan sains dan teknologi modern. Artikel ini bertujuan menganalisis proses terbentuknya dikotomi ilmu dalam pendidikan Islam, menjelaskan urgensi dekolonisasi epistemologi sebagai upaya membebaskan pendidikan dari dominasi paradigma Barat, serta menawarkan epistemologi tauhid sebagai dasar rekonstruksi pendidikan Islam yang integratif dan holistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh melalui penelaahan sumber primer dan sekunder yang relevan, seperti karya klasik dan kontemporer tentang epistemologi Islam, sejarah pendidikan, dan teori dekolonisasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis dengan langkah reduksi data, kategorisasi tematik, interpretasi, dan penarikan kesimpulan untuk memastikan koherensi argumentasi dan keterlacakan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dikotomi ilmu terbentuk secara gradual akibat pergeseran orientasi keilmuan pada akhir masa klasik Islam dan diperkuat oleh sistem pendidikan kolonial yang dualistik. Dekolonisasi epistemologi menjadi penting untuk mengembalikan otoritas dan relevansi pengetahuan Islam. Epistemologi tauhid dipandang sebagai fondasi rekonstruksi pendidikan Islam karena menegaskan kesatuan wahyu dan akal, sehingga mampu membangun sistem pendidikan yang seimbang secara intelektual, moral, dan spiritual dalam menghadapi tantangan globalisasi.

Keywords: dikotomi ilmu, dekolonisasi epistemologi, epistemologi tauhid, pendidikan Islam, integrasi ilmu

References

Pamuji Pamuji, Azmy Abdurrahman, Ahmad Jaelani, Al Anshor, Setiyorini Setiyorini, Jusni Silalahi, & Rina Setyaningsih. (2025). Epistimologi Barat Modern: Dominasi, Kritik, dan Implikasi dalam Diskursus Ilmu Pengetahuan dan Pembangunan. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 4(1), 687–692. https://doi.org/10.55606/jurripen.v4i1.5279

Abrar, K., Samad, D., & Mamad, F. S. (2025). Diskursus Kontemporer tentang Pendidikan Islam: Dikotomi, Islamisasi, Integrasi dan Interkoneksi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2), 14195–14202. https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.27522

Afif, A. S., dkk. (2025). Melawan Dominasi Epistemik: Tinjauan atas Dekolonisasi Studi Al-Qur’an dan Inklusivitas Pengetahuan. AL-AFKAR: Journal for Islamic Studies, 8(1). https://doi.org/10.31943/afkarjournal.v8i1.1256

Afifah Nur Azizah. (2025). Relevansi Epistemologi Ibnu Khaldun dalam Kurikulum Pendidikan Islam Kontemporer. DIAJAR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 4(4), 758–766. https://doi.org/10.54259/diajar.v4i4.5536

Anam, A. M., dkk. (2025). Kontekstualisasi Pemikiran Filsafat Pendidikan Imam Al-Ghazali dan Muhammad Abduh. Al-Isnad: Journal of Islamic Civilization History and Humanities, 6(1), 73–88. https://doi.org/10.22515/isnad.v6i01.11570

Asyari, A., & Makruf, R. B. (2014). Dikotomi Pendidikan Islam: Akar Historis dan Dikotomisasi Ilmu. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam, 8(2), 1–17. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v8i2.58

Hidayah, A. A., & Huda, N. . (2025). The Integration of Islamic Psychology in the PAI Curriculum for Strengthening Student Character and Mental Health. TOFEDU: The Future of Education Journal, 4(9), 5331–5338. https://doi.org/10.61445/tofedu.v4i9.1210

Evriani, A. D., dkk. (2025). Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Tingkat Resistensi Perubahan dalam Organisasi Modern. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(12). https://doi.org/10.62281/hkrh0243

Fahmi, K., dkk. (2024). Epistemological Questions: Hubungan Akal, Penginderaan, Wahyu dan Intuisi pada Pondasi Keilmuan Islam. Journal of Education Research, 5(1). https://doi.org/10.37985/jer.v5i1.753

Hashim, M., dkk. (2018). Konsep Integrasi Ilmu Naqli dan Aqli dan Perbandingannya dengan Islamisasi. JQSS – Journal of Quran Sunnah Education and Special Needs, 2(Special Issue). https://doi.org/10.33102/jqss.vol0no0.22

Hajri, M. F. (2025). Pendidikan Islam di Era Digital: Tantangan dan Peluang pada Abad 21. Al-Mikraj: Jurnal Studi Islam dan Humaniora. https://doi.org/10.37680/almikraj.v4i1.3006

Handriyanto, C., dkk. (2025). Dekolonisasi Epistemik dalam Pendidikan Indonesia: Rekontekstualisasi Warisan Kolonial Belanda dalam Pembentukan Kurikulum Nasional. Jurnal di Bidang Pengajaran dan Pendidikan, 2(3), 409–416. https://doi.org/10.69673/xp4dj332

Haryanti, T., & Amril, M. (2024). Konsep Tauhid Ismail Raji’ Al-Faruqi dalam Islamisasi Ilmu. Journal on Education, 7(1), 4505–4512. https://doi.org/10.31004/joe.v7i1.6361

Irawan, E. F., & Rohman, F. (2025). Rekonstruksi Konsep Pendidikan Agama Islam Berbasis Etika Spiritual: Studi Kritis atas Pemikiran al-Ghazali. IQRO: Journal of Islamic Education, 8(1), 164–184 https://doi.org/10.24256/iqro.v8i1.6618

Iskandar, K., & Ansori, A. S. (2022). Pendidikan Islam Masa Pra Kemerdekaan; Telaah Kebijakan Pendidikan Islam Masa Penjajahan. Journal of Education and Religious Studies (JERS), 2(2). https://doi.org/10.57060/jers.v2i02.61

Khairullina, A., & Fathonah, S. (2024). Rekonstruksi Pendidikan Sains Berbasis Nilai-Nilai Islam untuk Penguatan Keadilan Sosial. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 10(4), 234–250. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i04.5079

Munir, M. (2021). Integrasi Bidang-Bidang Ilmu (Sumber Ilmu dan Obyeknya). Pancawahana: Jurnal Studi Islam, 16(1). http://ejournal.kopertais4.or.id/tapalkuda/index.php/pwahana.

Nurdin, H. (2020). Masalah dan Krisis Pendidikan Islam Saat Ini dan di Masa Depan. Jurnal Internasional Pendidikan Asia, 1(1), 21–28. https://doi.org/10.46966/ijae.v1i1.17

Parhan, M., dkk. (2022). Konsep Integrasi Pendidikan Islam dalam Pendidikan Nasional sebagai Upaya Menghindari Dikotomi Pendidikan di Indonesia. Al-Fikr: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1). https://doi.org/10.47945/alfikr.v8i1.266

Salim, A., Manubey, J., & Kuswandi, D. (2024). Neoliberalisme dan Dampaknya bagi Pendidikan Indonesia: Sebuah Refleksi. Jurnal Pendidikan, 24(2), 97–115. https://doi.org/10.52850/jpn.v24i2.12484

Samrin. (2013). Dikotomi Ilmu dan Dualisme Pendidikan. Jurnal Al-Ta’dib, 6(1). https://doi.org/10.31332/atdb.v6i1.300

Soleh, A. K. (n.d.). Mencermati Konsep Islamisasi Ilmu Ismail R. Faruqi. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. https://doi.org/10.18860/ua.v0i0.2398

Yuda, P., dkk. (2021). Tantangan Pendidikan Indonesia dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia di Abad 21. Current Research in Education: Conference Series Journal, 1(1). https://ejournal.upi.edu/index.php/crecs/article/view/32709

Downloads

Published

2026-03-07

How to Cite

Qadariyah, L. (2026). Pendekatan Pendidikan dalam Kajian Islam (Dari Dikotomi menuju Dekonolisasi: Rekonstruksi Pendidikan Islam Era Kontemporer Berbasis Epistemologi Tauhid). At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan Dan Hukum Islam, 12(1), 133–148. https://doi.org/10.55849/attasyrih.v12i1.490