Dampak Pernikahan Tidak Sekufu di Keluarga Bangsawan Lombok Perspektif Hukum Islam

Authors

  • Muh. Khotibudin Universitas Islam Negeri Mataram
  • H. Zainal Arifin Universitas Islam Negeri Mataram
  • Lalu Muhammad Nurul Wathoni Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.55849/attasyrih.v11i1.324

Keywords:

Dampak Pernikahan, Tidak Sekufu, Bangsawan Lombok

Abstract

Stratifikasi sosial di masyarakat Lombok telah mengilhami strata sosial yang melahirkan kalangan bangsawan dan non bangsawaan serta berdampak konsep kesetaraan (fiqh: kafaah) dalam tradisi pernikahan adat di Lombok. Penelitian ini menguraikan konsep kafaah di kalangan keluarga bangsawan Lombok dan konsekwensi pernikahan tidak sekufu di kalangan keluarga bangsawan Lombok dengan mengambil sampel masyarakat Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Dalam tradisi pernikahan masyarakat Lombok konsep kesetaraan atau kafaah ditentukan berdasarkan strata sosial yang ditandai dengan gelar kebangsawanan lokal seperti raden, dende, Lalu dan Baiq. Kalangan bangsawan dituntut untuk menikah dengan yang selevel dengan derajat kebangsawanannya. 2) Konsekwensi terhadap pelanggaran ini akan berdampak terhadap prosesi pernikahan, pembuangan gelar kebangsawanan, pemutusan hubungan kekeluargaan dan kehilangan hak waris.

References

Abdul Aziz Muhammad Azzam Dan Abdul Wahhab Sayyed Hawwas,Fiqh Munakahat, (Jakarta: Amzah, 2015)

Abdul Rahman Ghozali, Fiqh Munakahat II (Jakarta:Kencana,2003)

Abdul Rahman Ghozali, Fiqh Munakahat, cet. 4, (Jakarta: Kencana, 2010)

Abdur Rahman al-Jaziri, Al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba’ah, (Lebanon: Daar Kutub, 2010),

Abdur Rahman al-Jaziri, Al-Fiqh ‘ala Madzahibil Arba?ah, (Lebanon: Daar Kutub, 2010)

Fachrirrahman, Pernikahan Di Nusa Tenggara Barat: Antara Islam dan Tradisi. Lembaga Pengkajian-Publikasi Islam & Masyarakat (LEPPIM) IAIN Mataram, 2013

Fradhana Putra Disantara, Konsep Pluralisme Hukum Khas Indonesia Sebagai Strategi Menghadapi Era Modernisasi Hukum, Jurnal Al-Adalah : Jurnal Hukum dan Politik Islam Vol. 6 No. 1, Januari 2021.

Hadari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial (Yogyakarta:Gajah Mada University Press, 1985)

Hasbi Ash-Shiddiqy, Falsafah Hukum Islam, Bulan Bintang, Jaka

Hasby al-Siddieqy, Fiqihul Mawaris, cet-2, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 2001

Muhammad Abu Zahrah, ‘Aqd al-Zawa Wa As|aruhu (t.tp: Dar al-Fikr al-Arobi, t.t)

Muhammad Abu Zahroh, „Aqd Az-Zawaj wa Asaruh (Kairo: Dar al-Fikr al-„Arobi, 1957),

Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Panduan Praktis Hukum waris Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah yang Shahih, Bogor: Pustaka Ibnu Katsir, 2008, cet.2. 39

Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000)

Sri Rejeki dkk, Prosesi Adat Merarik Masyarakat Bangsawan dengan Masyarakat Biasa di Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah, CIVICUS Vol. 8 No. 2 September 2020, 91

Downloads

Published

2025-07-02

How to Cite

Khotibudin, M., Arifin, H. Z., & Wathoni, L. M. N. (2025). Dampak Pernikahan Tidak Sekufu di Keluarga Bangsawan Lombok Perspektif Hukum Islam. At-Tasyrih: Jurnal Pendidikan Dan Hukum Islam, 11(1), 441–453. https://doi.org/10.55849/attasyrih.v11i1.324